KOTAMOBAGU — Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menggelar Imunisasi Campak dan Rubella atau ‘measless-rubella (MR)’. Imunisasi campak dan rubella ini, secara serentak dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Kotamobagu mulai Rabu (1/8) lalu.

Menurut Ketua Tim Penanggung Jawab Imunisasi dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Gogagoman, Murdanny Raden, vaksinasi ini akan dilaksanakan di seluruh SD, SMP dan pusat layanan kesehatan masyarakat. “Campak ini menyasar anak dari usia Sembilan bulan hingga 15 tahun. Untuk bayi kita laksanakan di puskesmas,” katanya.

Lebih lanjut, kata Raden, untuk anak usia di atas sembilan bulan, atau anak yang sudah memasuki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK), pihaknya akan melaksanakan imunisasi campak di lokasi sekolah anak tersebut. “Sasaran imuniasi MR ini dari kelas Paud, TK, SD dan SMP. Untuk hari ini kita laksanakan di SDN 1 Kotamobagu dan sekolah pertama yang kita kunjungi untuk kampanye imunisasi campak. Kita mulai dari kelas I hingga kelas IV yang keseluruhan siswanya berjumlah sekira 300 anak,” ujarnya.

Ditambahkannya, imunisasi ini akan dilakukan di 52 sekolah di seluruh wilayah Kotamobagu selama kurun waktu dua bulan kedepan. “Kita mulai hari ini tanggal satu Agustus secara serentak, sampai September mendatang. Di Kotamobagu Barat, saat ini baru 2 sekolah yang dilakukan imunisasi,” tambahnya.

Raden mengungkapkan, tujuan dari kampanye campak rubella ini adalah untuk memutuskan mata rantai dari penyakit campak dan rubella yang disebabkan oleh virus, serta vaksin yang digunakanpun aman dari campuran yang mengandung unsur keharaman. “Campak dan rubella ini virus, makanya kita lakukan imunisasi. Imunisasi ini untuk melemahkan virus campak dengan penyakit rubella, serta untuk merangsang anti bodi terhadap penyakit tersebut. Untuk vaksin ini aman, karena dari MUI untuk campak dan rubella sudah dikeluarkan fatwa halal atau boleh (Mubah). Karena ini tidak mengandung unsur enzim yang haram,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas IV SDN 1 Kotamobagu Rafa Hamid (8) mengaku sangat kuat setelah disuntik. “Pertama suntik seperti kesemutan, tapi setelahnya hilang,” kata Rafa sambil mengepal dan mengangkat tangannya. (mur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here