Nasir Ganggai saat memperjuangkan aspirasi masyarakat (foto dokumen)

BOLMONG — Hingga kini, PT. JRBM terkesan tidak pernah memperhatikan para korban tambang maut super busa di Desa Bakan.

Pasalnya usai penutupan evakuasi tambang maut super busa pada Kamis (7/3/2019), hingga kini belum ada santunan atau bantuan yang diserahkan secara langsung oleh PT. JRBM kepada keluarga korban.

“Meminta pihak PT JRBM juga harus melihat sisi unsur kemanusiaan. Soal apa yang sudah JRBM lakukan selama proses evakuasi, kami juga turut berterima kasih dan sangat berterimah kasih kepada PT JRBM yang turut andil dalam proses evakuasi,” ujar Tokoh Pemuda Kecamatan Lolayan, Nasir Ganggai, Jumat (15/3/2019).

Namun meminta pihak PT. JRBM dengam sikap kemanusiaannya untuk memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Dalam hal ini, kami minta agar kiranya pihak JRBM bisa memberikan santunan kepada korban. Yang kebetulan lokasi tersebut (tambang maut super busa) adalah wilayah konsensi PT. JRBM,” jelasnya.

Ia menyinggung dengan santunan yang akan diberikan, pastilah tidak menghabiskan pendapatan PT. JRBM dengan mengelola lokasi pertambangan yang ada saat ini.

“Toh selama ini juga tidak pernah ada keterbukaan ke publik soal berapa hasil produksi JRBM per hari dan berapa besar ‘mineral ikutan’, dan itu tertutup kepada publik. Sehingga santunan yang dimaksud tidak seberapa dibandingkan dengan hasil yang JRBM nikmati selama ini,” tutur Nasir, yang juga aktifis PMII yang selama ini getol memperjuangkan hak-hak rakyat.

Apalagi pihak PT JRBM masih akan menikmati hasil pertambangan puluhan tahun lagi.

“Saya yakin tidak akan rugi PT JRBM dengan menyantuni para keluarga korban tambang super busa bakan. Sehingga pihak perusahaan sebagai pemegang hak IUPK jangan menutup mata dengan kejadian ini, karena yang menjadi korban semuanya tulang punggung keluarga (suami) yang meninggalkan istri dan anak-anak yang masih butuh sentuhan kasih sayang. Ini soal masalah kemanusiaan sekaligus menguji kepeduliaan JRBM terhadap masyarakat yang mendapatkan musibah ini,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu korban warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Ucup Langku, menyampaikan agar JRBM bisa memberikan santunan kepada keluarga korban tambang super busa di Desa Bakan, terlebih kepada anak dan istri yang ditinggalkan.

“Kami harap agar JRBM bisa memberikan santuan, sama seperti pemerintah daerah Propinsi Sulut yang langsung diserahkan Pak Gubernur Olly Dondokambey,” ucap Langku, warga Tanoyan Selatan.

Hingga kini, tim reporter masih terus berusaha melakukan upaya konfirmasi kepada pihak PT JRBM, terkait pemberitaan ini. (mg_1/vdm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini