KOTAMOBAGU – Anggota DPRD Kotamobagu Ir Ishak Sugeha ME menilai kualitas bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, masih di bawah standar spesifikasi teknis.

Hal ini terbukti dengan banyaknya bagian bidang bangunan yg sudah retak, yang seharusnya sangat tidak dibenarkan secara teknis terjadi.

Dijelaskan Ishak yang juga Ketua Banleg DPRD Kotamobagu, adapun beberapa hal teknis dan prinsip yang saat ini bisa terlihat secara langsung diantaranya banyak dinding bangunan yang retak-retak dan plesterannya sangat kasar.

Kemudian plafon bangunan sudah banyak yang rusak, selain itu hampir semua Kamar Mandi/ Toilet setiap ruangan pasien, pipa/plumbing pembuangannya hampir tidak berfungsi karena tersumbat, di akibatkan pipanya terlalu kecil, demikian juga Klosetnya.

“Penyebab ini semua karena pelaksanaan fisik bangunan gedung Rumah Sakit baik Tower A maupun Tower B tdk dilaksanakan sesuai dokumen kontrak,” jelas Ketua Partai Demokrat Kotamobagu.

Dikatakan, dirinya yakin dan percaya banyak syarat syarat teknis terutama mutu beton dan sistem pembesiannya tidak dilaksanakan berdasarkan klasifikasi beton dan dimensi besi yang dimintakan dlm dokumen kontrak

“Mana mungkin bangunan yang baru, bahkan sedang dirampungkan pembangunannya, kemudian konstruksinya sudah banyak yang retak retak bahkan pecah dengan tidak beraturan,” kata Ishak.

Ini pasti ada pengaruh struktur utamanya yang tidak kokoh dan cenderung asal jadi. Orang awam tentu melihat bangunan Rumah Sakit ini sudah sangat baik. Akan tetapi menurut analisa teknis saya, struktur dan konstruksinya banyak yang tidak dilaksanakan sesuai dengan dokumen perencanaan.

Oleh karena itu, saya meminta kepada semua pihak yg terlibat dlm proyek Ini, mulai dari PA, PPTK, PPK, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Perencana/Pengawas, harus bertanggungjawab terhadap ketidak benaran proyek Rumah Sakit tersebut.

“Kepada pihak BPK, harus lebih profesional dlm melakukan pemeriksaan atau Audit khusus terhadap bangunan ini. Jika dilakukan secara konprehensif, saya yakin ini bisa menjadi temuan besar BPK, karena banyak kejanggalan dalam pelaksanaan bangunan gedung Rumah Sakit ini. Apalagi harga satuan bangunan, hitungannya cukup mahal, tetapi hasilnya asal jadi,” tandas Ishak. (vdm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini