Sam Sachrul Mamonto

ZONATOTABUAN.COM, KOTAMOBAGU -Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) baru akan dilaksanakan tahun 2020, namun antusias warga menyambut hajatan politik lima tahunan ini cukup tinggi. Ini terlihat dari makin ramainya pembahasan, baik di media sosial maupun secara langsung di tengah masyarakat soal siapa saja kandidat yang akan maju bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Boltim.

Dari pantauan, ada beberapa nama yang paling banyak disebut akan maju bertarung di Pilkada Boltim. Salah satunya adalah Sam Sachrul Mamonto (SSM). Nama mantan Ketua DPRD Boltim itu paling banyak dibicarakan, dan mendapat respon positif dari masyarakat. Militansi pendukung yang masih tetap terjaga, ditambah elektabilitas yang terus meningkat menjadi modal tersendiri baginya menghadapi Pilkada Boltim.

Selain SSM, ada juga nama Oskar Manoppo yang disebut-sebut bakal ikut meramaikan Pilkada Boltim sebagai calon bupati. Begitu juga dengan Muhammad Assagaf dan Fuad Landjar. Namun dari nama-nama yang disebutkan itu, baru SSM yang menonjol dan terlihat sangat siap bertarung di Pilkada. Ini bisa dilihat dari show force yang dilakukan SSM pada momen lebaran ketupat yang dilaksanakan di tiap kecamatan.

Saat dikonfirmasi terkait kesiapannya menghadapi Pilkada Tahun 2020, SSM mengaku sangat siap bertarung kembali. Bagi SSM, seorang petarung takkan pernah mundur meskipun pernah merasakan kekalahan. “Saya adalah politisi. Momen politik tentu menjadi sesuatu yang paling dinanti-nantikan dan tak akan dilewati begitu saja. Soal menang atau kalah itu adalah hal biasa, yang terpenting kita bertarung lagi,” kata mantan Komite Dewan Komisaris Bank SulutGo itu.

Soal persaingan dengan kandidat lain, SSM dengan santai menjawab bahwa dirinya tak memikirkan apalagi mengkhawatirkan mereka yang akan mencalonkan diri sebagai calon bupati. “Saya sudah pernah bertarung. Empat tahun lalu (Pilkada 2015) melawan calon petahana Sehan Landjar yang dikenal sebagai ‘singa’ podium serta politisi besar di Sulut. Jadi tidak ada kekhawatiran saya dengan kandidat lain,” sebut SSM.

Menurut SSM, kekalahannya melawan Sehan Landjar di Pilkada 2015 merupakan sebuah pengalaman besar dan memberinya banyak pelajaran. Hal itu katanya menjadi pemicu dan pemacu semangat bagi dirinya untuk meraih kemenangan di Pilkada 2020. “Ketika engkau ingin menjadi politisi besar, maka bertarunglah dengan mereka yang punya nama besar. Walaupun kalah tapi takkan dipandang sebelah mata,” tambah SSM, mengakhiri perbincangan. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini