Walikota Kotamobagu Tatong Bara
Walikota Kotamobagu Tatong Bara saat menghadiri kegiatan sosialisasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia.

ZONATOTABUAN.CO – Walikota Kotamobagu Ir. Hj. Tatong Bara menghadiri kegiatan sosialisasi penerapan manajemen kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara, tata cara pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama berdasarkan regulasi terbaru paska Pilkada serentak tahun 2020 oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Republik Indonesia.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (19/04/2021), dihadiri seluruh Bupati/Walikota serta Sekretaris Daerah, BKPP/BPSDM SE Provinsi Sulawesi Utara.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu, Sarida Mokoginta mengatakan, selain soal penerapan manajemen kinerja PNS, tatacara pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama pasca pilkada serentak tahun 2020, disampaikan juga soal disiplin ASN di lingkungan pemerintah daerah se Provinsi Sulut.

“Ibu Walikota dan Pak Sekda juga turut hadir dalam kegiatan sosialisasi dari KASN,” ujarnya.

Ia katakan dalam manajemen kinerja ASN untuk pengisian JPT Pratama dan penegakan disiplin pegawai dilaksanakan dan selalu dikoordinasikan dengan pihak KASN.

“Tentu dengan regulasi-regulasi ataupun segala ketentuan dalam manajemen ASN termasuk di dalamnya pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dan penegakan disiplin,” ungkapnya.

Ia katakan, pemerintah siap menjadikan ASN unggul dan profesional.

“Dengan harapan untuk membawa perubahan-perubahan besar, mewujudkan visi misi pembangunan, dan memberi sumbangsih terhadap visi misi pembangunan nasional untuk Indonesia maju,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner KASN Rudiarto Sumarwono menyampaikan materi Penerapan Manajemen Kinerja ASN, Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dan Penegakan Disiplin PNS.

Rudiarto menekankan pentingnya bagi ASN untuk profesional, bersih, kompeten, netral, dan berintegritas. Ia menambahkan, untuk menjadi ASN yang berkualitas hanya dapat dilakukan dengan menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN.

“Kalau sistem merit itu bekerja, itu bagi ASN akan sangat penting, karena akan melindungi mereka. Kemudian juga mereka punya kesempatan berkembang dengan baik, kariernya baik,” pungkasnya. (Muri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini